Kutemukan Kedamaian Hati Ditempat Kebanyakan Orang Tidak Menyukai Tempat Itu

          Tak terasa sebentar lagi lebaran akan datang, setelah melewati sebulan penuh berpuasa, tibalah jua hari kemenangan bagi orang-orang yang berpuasa. Teringat akan lebaran ku tahun lalu. Aku menemukan tempat yang menurutku cukup mendamaikan hatiku, dan tanpa aku duga ternyata tempat itu merupakan tempat yang menurutku tidak disukai oleh kebanyakan orang. Berawal dari kegiatan mudik lebaran, tahun itu merupakan tahun pertama aku mudik menggunakan sepeda motor. Cukup mendebarkan namun sangat menyenangkan. Awal keberangkatanku dimulai di pagi hari kira-kira setelah subuh. Sebelumnya saudaraku yang dari cileduk telah datang kerumahku bersama temannya, kami berencana jalan bareng. Kemudian kami janjian dengan saudaraku yang  merupakan guide bagi kita-kita semua, klo gak ada dia, bisa nyasar-nyasar deh. Semuanya berjalan normal dari awal perjalanan sampai dengan tempat yang kami tuju, hanya saja aku agak ngantuk sampe2 bawa motor sambil tidur diperjalanan.

          Disinilah kedamaian hati yang aku temukan, berawal dari ajakan saudaraku yang dari cileduk untuk mengunjungi saudaranya yang ada di daerah Bandungan, Ambarawa. Kami jalan dari wonogiri pagi hari dan sampai disana pada malam hari. Sesampainya disana kami semua istirahat sebentar dan segera tidur. Karena capek aku kurang memperhatikan keadaan rumah itu, tapi setelah esoknya aku tersadar kalau rumah itu ternyata sangat-sangat-sangat sederhana sekali. Rumah yang terdiri dari tiga ruang tidur yang berupa sekat-sekat sempit dengan kasur yang menurutku jauh lebih kotor dari kasur rumahku, ruang tamu dan dapur yang berdekatan dengan kandang sapi. Bayangkan men, lagi santai-santai di ruang tamu, disebelah kita itu ada sapi yang lagi nge-Moooo, apalagi dapurnya, dengan peralatan memasak yang sederhana kita dapat memasak sambil ngobrol dengan sapi yang lagi makan. WC nya men, air tidak ada, walaupun ada sangat sedikit sekali dan warnanya cokelat, sangat jauh dari air rumah kita yang bersih dan jernih. Hiburan? Hanya ada televisi kecil yang gambarnya renyek-renyek, beda jauh dengan yang kita miliki di kota dengan berbagai macam hiburan, bisa maen game pake ps, bisa nonton televisi luar negeri serta dapat berbelanja diberbagai tempat shopping, Pokoknya keadaan rumah yang sangat bertolak belakang dari keadaan rumah kita yang ada di perkotaan. Mata pencaharian mereka adalam ternak sapi yang nantinya akan di jual dan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sampai sapi yang lain dapat dijual. Mereka hanya mempunyai dua buah sapi. Selain itu bereka kadang menanam sayur-sayuran yang digukanan untuk makan sehari-hari.

          Menurutku keadaan disana sungguh sangat-sangat memprihatinkan, mereka hidup dengan keadaan seadanya dengan berbagai macam keterbatasan baik itu keterbatasan materi maupun keterbatasan wawasan akan dunia luar. Berbeda dengan keadaan kota yang penuh dengan berbagai macam fasilitas dan sarana pendukung yang memadai. Namun dibalik itu, selama dua hari aku disana aku menemukan suasana hati yang menurutku sangat bertolak belakang sekali dengan beberapa keadaan yang aku temukan di perkotaan. Hatiku merasa sangat damai dan tenang, tidak ada rasa iri, dengki, syirik, mementingkan diri sendiri, saling menjatuhkan, membunuh atau dibunuh serta penyakit-penyakit hati yang lain. Disana mereka saling menghargai, saling membantu dalam menjalankan hidup, tidak pernah iri dan saling membenci. Yang ada dibenak mereka hanya kita menjalankan hidup bersama, susah bersama dan senang pun dinikmati bersama. Disana mereka tidak pernah pamrih dan tidak pernah mengharapkan imbalan dalam menawarkan bantuan. Mereka pun saling menjaga perasaan masing-masing, jika mereka merasa telah menyinggung saudara mereka, tanpa disuruh dan dengan ikhlas mereka akan saling memaafkan, mereka saling menghargai dan saling menyayangi. Perbuatan yang sangat jauh sekali dari perbuatan orang-orang yang memiliki kesempatan hidup yang lebih baik dari mereka. Oleh karena itulah aku merasa mendapatkan kedamaian hati di tempat yang menurutku tempat yang kebanyakan orang tidak menyukainya.

          Saya tidak bermaksud membandingkan kehidupan siapapun, belum tentu juga kehidupan didaerah sana lebih baik dari pada kehidupan yang ada di kota, tidak semua kehidupan di kota itu buruk dan tidak semua kehidupan disana itu baik. Saya hanya mengambil segelintir contoh yang ada di keluarga tersebut dengan keluarga-keluarga lain yang ku kenal.

          Terimakasih untuk saudara-saudaraku di Bandungan, Ambarawa, hidupmu lebih berharga daripada kehidupan orang-orang yang hidup dengan penyakit-penyakit hati mereka.