Ternyata penyebabnya adalah sempak

Dah dua tahun ini gw pulang kampung menggunakan sepeda motor, trayek yang gw jalanin yaitu Bekasi-Yogyakarta-Wonogiri. banyak suka dan duka dari perjalanan yang gw lakuin. Gw pergi boncengan dengan adik gw, dari rumah sampe tujuan cuma gw doang yang nyetir tuh motor, maklum adik gw masih takut buat ngebawa motor di jalan raya. Tahun pertama gw pulkam dengan sepeda motor yaitu lebaran di tahun 2006, waktu itu gw bareng dua saudara gw, total 3 motor berbarengan, maklum masih perdana pulkam naek motor, jadi harus ada guide yang mendampingi.

Tahun kedua yaitu lebaran tahun 2007, untuk tahun ini gw singgle player pulkamnya, hanya gw n adik gw yang pergi, gak barengan sama kedua saudara gw yang bareng tahun lalu. Tahun ini hanya modal do’a dari orang tua ( plus bekel duit :D ) n peta jawa barat tentunya. Namun gak beda dari tahun kemaren yaitu gw tetep jadi master supir tuh motor gw, soalnya masih aja adik gw belum berani ngendarain motor di jalan raya. Namun ada yang beda dari pulkam tahun 2006 dengan tahun 2007, buka karena gw nemu duit dijalan tahun ini or gw nabrak cewe tahun ini, tapi siksaan berat melakukan perjalanan jauh yang tahun lalu gw alami sudah kutemukan solusinya. Tahun 2006, dengan persiapan seadanya dan pengalaman seadanya gw mencoba pulkam dengan sepeda motor, yang dirasakan di perjalanan pastilah lelah yang cukup menyita stamina tubuh serta satu yang sangat menyiksa yaitu bokong gw yang kelamaan duduk mengakibatkan sakit yang amat sangat. Bokong rasanya ancur amburadul, duduk sedikit rasanya seperti duduk diatas bara yang sangat panas, duduk sedikit rasanya penyiksaan tiada hentinya.

Pulkam tahun 2007, tekad tetep bulat untuk pulkam naek motor, namun bedanya adalah adanya pengalaman tahun lalu serta informasi dari saudara di kampung tentang perjalanan jaun menggunakan sepeda motor. Untuk menghadapi bokong ancur, ternyata sangat simpel, rahasianya ternyata ada pada sempak yang kita gunakan, buka kita harus menggunakan sempak yang mahal atau menggunakan sempak wanita, tapi rahasianya adalah kita “tidak perlu” menggunakan sempak sama sekali untuk melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor. setelah pulkam tidak menggunakan sempak, hasilnya luar binasa, bokong menjadi tidak terasa ancur lagi, hanya terasa pegal-pegal sedikit dan rasa sakitnya menjadi hilang.

Percaya tidak percaya saya sudah melakukan hal itu, pulkam menjadi lebih tenang dan menyenangkan. Kalau dilihat sepertinya jika kita tidak menggunakan sempak, maka aliran darah yang jika kita menggunakan sempak menjadi terhambat, dengan menanggalkan sempak, maka aliran darah menjadi lancar dan terkendali, sehingga bokong kita menjadi aman dan tidak sakit. namun ada sedikit kekurangan dari tidak menggunakan sempak yaitu jika kita melewati daerah yang panas, karena “torpedo” kita hanya dilindungi oleh celana luar, siap-siap aja deh kita nyium bau sosis angus :D n satu lagi problem yang mucul jika kita tidak menggunakan sempak yaitu jika melihat hal-hal yang membuat nafsu kita muncul, siap-siap aja deh tuh “batang pohon” salah orbit :D