Dia bilang aku ini mataharinya, yang bisa memberika sinar kehidupan baginya, yang dapat memberikan cahaya di kegelapan dan bisa dia jadikan lentera dalam hidupnya.
Namun saya menganggap dia itu bagaikan kentut, yang dapat memberikan kelegaan dan ketenangan bagi saya, yang dapat memberikan penentu boleh tidaknya saya makan setelah di operasi, yang bisa dijadikan barometer saya sudah mati atau masih hidup. kentut merupakan hal yang penting bagi hidup saya. salahkan saya mengumpamakan dia yang kucinta dengan kentut?????
Matahari VS Kentut
15 September 2009 at 5:58 am (DiarEE)
Wanita oh Wanita
15 September 2009 at 5:56 am (DiarEE)
Wanita jaman sekarang itu sangat baik-baik dan murah hati, ngga sama dengan wanita-wanita jaman dulu yang cenderung pelit dan gak murah hati. wanita jaman dulu itu, kelihatan betis nya aja dikit dah langsung di tutupin, paling-paling yang dikasih liat cuma jempol kakinya doang, tapi wanita sekarang ini sangat jauh lebih murah hati dari wanita jaman dulu, bukan hanya betis yang mereka kasih liat ke cowo2 seperti saya ini, mereka sangat baik sekali sampai-sampai memperlihatkan paha mereka yang kadang ada yang mulus tapi kadang ada juga sih yang butek gak terrawat.
mempertontonkan bentuk tubuh mereka dengan memakai pakaian-pakaian yang super duper ketat, sampe pantat mereka itu terlihat nungging, kalo lagi beruntung kadang bisa liat belahan pantat mereka lho. dan yang lebih oke lagi itu mereka sekarang ini sudah lebih maju dari pada masa lalu. dulu legging itu dipake didalam, seperti pakaian dalam alias kancut namun sekarang ini mereka sudah menggunakannya selayaknya itu adalah bukan pakaian dalam. terimakasih buat para wanita baik hati seperti itu.
Si Luar Biasa Itu Bernama Pohon
15 September 2009 at 5:54 am (DiarEE)
Siang itu jam menunjukkan jam 12 teng waktu jam tangan saya, saat itu saya berada di sebuah daerah perumahan di bekasi, ada di jalanan tengah hari bolong ternyata sangat menyiksa sekali. panas dari matahari sangat menyengat sekali. saya sadari ternyata disekitar perumahan tersebut minim pepohonan, jarangnya pohon membuat daerah tersebut menjadi tempat yang sangat puanas sekali. sempat beberapa kali melintasi pohon yang agak besar, disitulah terasa hawa panas mulai agak berkurang, pohon tersebut memberikan perlindungan pada manusia gendut yang kepanasan ini.
Disebuah pohon yang agak besar akhirnya saya menepi, memberikan kesempatan pada kulit saya untuk mempersiapkan dirinya melewati panas yang sangat menyiksa ini. dibawah pohon yang rindang itu juga saya baru sadar ternyata Allah SWT sangat canggih sekali, dia dengan briliant nya menciptakan pohon yang dapat memberikan perlindungan bagi makhluk hidup lainnya yang lemah terhadap panas. untung ALLah SWT menciptakan sesuatu yang bernama pohon, jika ngga mungkin saya akan menepi di tempat lain yang saya yakin itu merupakan salah satu ciptaan lain dari ALlah SWT yang canggih juga.
Ayo bapak-bapak ibu-ibu di pemda, tanem pohon dong yang banyak, jangan nanem mall atau apartement mulu dong di bekasi.
Aku Ini Orang Bodoh
15 September 2009 at 5:51 am (DiarEE)
Lebaran tahun ini adalah lebaran tahun 2009, biasalah klo lebaran daya beli masyarakat jadi melonjak tinggi. apa aja di beli, maklum dapet THR dari kantor. Malam itu gw nganterin nyokap ke market yang super alias supermarket di daerah bekasi. selain ada supermarket ada juga department store, disana banyak menjual pakaian-pakaian
buat merayakan lebaran.
Banyak manusia senang disana, namun dalam hati berfikir, masih banyak manusia-manusia yang tak seberuntung mereka, banyak yang gak dapet THR karena memang gak punya pekerjaan, banyak dari mereka yang untuk makan sehari-hari aja susah banget, banyak dari mereka yang Alhamdulillah masih punya rumah walaupun rumahnya dari gerobak yg sempit.
Siapakah yang bertanggung jawab atas nasib mereka yang kurang beruntung itu? siapa yang akan menolong mereka memberikan makanan untuk mereka makan? siapa yang akan memberikan mereka uang untuk membeli pakaian baru untuk menyambut lebaran? maafkan saya saudaraku yang kurang beruntung, saya masih belum dapat berbuat banyak untuk kalian semua, memang saya ini orang yang sangat bodoh sekali sampai-sampai kalian masih aja ngga bisa merasa senang seperti mereka-mereka yang senang pada malam itu.
[thr abis buat motor ieu : dasar bodoh]